Pesatnya
perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi dewasa ini telah mempercepat
berubahnya nilai-nilai sosial dan mempengaruhi semua sendi-sendi kehidupan
dalam segala bidang. Tak terkecuali bidang kesenian dan kebudayaan. Hal ini
tentu dibutuhkan pelaku seni dan budaya, terutama pelaku seni dan budaya
tradisional. Kesenian tradisional yang benar-benar mampu bersaing di tengah
kian menjamurnya kesenian modern. Terlebih kesenian modern yang ada saat ini
sangat dipengaruhi oleh kebudayaan barat yang cukup memiliki perbedaan
pandangan dan konsep. Terutama dari sudut pandang moralitas. Untuk itu tidaklah
berlebihan bila dibutuhkan kelompok-kelompok seni tradisional yang diharapkan
dapat menjadi penyeimbang terhadap perkembangan seni saat ini.
Bagi
sebuah masyarakat, kesenian, terutama kesenian kerakyatan merupakan salah satu
alat pemersatu yang cukup ampuh. Dalam acara perayaan desa beraneka ragam
kesenian dipertontonkan, termasuk kesenian. Dalam kesenian kerakyatan yang
biasanya melibatkan orang banyak, penduduk di daerah itu berkumpul, menari, dan
bergembira bersama. Sehingga, warga yang berkumpul dan bergembira itu pun
melalui kesenian ini mereka dapat berinterkasi, bergaul, dan berkomunikasi,
menciptakan hubungan yang lebih baik antar warga masyarakat.
Berdasarkan
pertimbangan tersebut, maka kami pemuda karang taruna Desa Ngalangan akhirnya
pada tahun 1995 membentuk sebuah kelompok seni tradisional yaitu kesenian
Jathilan. Kesenian Jathilan ini berkembang sangat baik dan mampu bertahan
sampai pada tahun 2007. Hal ini
menunjukan bahwa kesenian ini diterima oleh masyarakat luas. Kesenian jathilan
ini pun telah mendapatkan beberapa penghargaan dari beberapa kabupaten yang ada
di Yogyakarta. Bahkan kesenian ini mampu menembus hingga luar daerah seperti
Magelang, Kebumen, dan Karangaanyar
Seiring
dengan berjalannya waktu, kelompok kesenian ini beransur-angsur pudar. Hal ini
disebabkan oleh perubahan cara pandang dan kebutuhan kehidupan oleh para
pemainnya, mengundurkan diri, mereka mencari penghidaupan yang lebih baik.
Tentu hal ini mempengaruhi kelangsungan hidup kegiatan Jathilan tersebut.
dengan perjuangan keras dan kemauan dan tekad yang tinggi, akhirnya pada bulan Oktober 2013 kami sepakat untuk menghidupkan kembali kesenian jathilan tersebut dan berharap warisan budaya kesenian jathilan dapat lestari dan dapat kita wariskan lagi kepada anak cucu kita kelak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar